Pages

November 12, 2010

Evaluasi Pendidikan

Pendidikan dihadapkan pada masalah yang sangat mendasar. Disatu sisi, dituntut mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, agar menjadi wahana untuk mengembangkan potensi peserta didik. Guru harus menyadari bahwa mengajar memiliki sifat yang sangat kompleks karena melibatkan aspek pedagogis, psikologis dan didaktis secara bersamaan. Aspek pedagogis menunjukkan pada kenyataan bahwa mengajar di sekolah berlangsung dengan lingkungan pendidikan, karena itu guru harus mendampingi peserta didik menuju kesuksesan belajar atau kedewasaan. Aspek psikologis menunjukkan pada kenyataan bahwa peserta didik yang belajar pada umumnya memiliki taraf perkembangan yang berbeda dengan satu dengan yang lainnya, sehingga menuntut materi yang berbeda pula. Demikian halnya kondisi peserta didik, kompetensi dan tujuan yang harus mereka capai juga berbeda (Mulyasa, 2009:20). 
Dalam buku yang berjudul Evaluasi Pendidikan karangan Drs. Wayan Nurkancana dan Drs. P.P.N. Sumartana yang tebalnya 337 halaman ini banyak memberikan wawasan tentang konsep, metode untuk mengevaluasi suatu pendidikan agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan maksimal. Seperti dijelaskan pada buku ini secara garis besarnya yaitu tentang:
1.      Pengertian, fungsi, prosedur dan ruang lingkup evaluasi
a.       Pengertian evaluasi
      Adalah suatu tindakan atau suatu peroses untu menentukan nilai daripada sesuatu.
b.      Fungsi Evaluasi dalam pendidikan
·         Untuk mengetahui tahap kesiapan daripada anak-anak untuk menempuh suatu pendidikan tertentu.
·         Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pendidikan yang telah dilaksanakan.
·         Untuk mengetahui apakah suatu mata pelajaran yang kita ajarkan dapat kita lanjutkan dengan bahan yang baru ataukah kita harus mengulangi kembali bahan-bahan pelajaran yang telah lampau.
·         Untuk mendapatkan bahan-bahan informasi dalam memberikan bimbingan tentang jenis pendidikan atau jenis jabatan yang cocok untuk anak tersebut.
·         Untuk mendapat bahan-bahan informasi, untuk menentukan apakah seorang anak dapat dinaikkan ke dalam kelas yang lebih tinggi ataukah harus mengulang di kelas semula.
·         Untuk membandingkan apakah prestasi yang dicapai oleh anak-anak sudah sesuai dengan kapasitasnya atau belum.
·         Untuk menafsirkan apakah seorang anak telah cukup matang untuk kita lepaskan ke dalam masyarakat atau untuk melanjutkan ke lambaga pendidikan yang lebih tinggi.
·         Untuk mengadakan seleksi. Untuk mendapatkan calon yang paling cocok untuk suatu jabatan atau suatu jenis pendidikan tertentu.
·         Untuk mengetahui taraf efisiensi metode yang dipergunakan dalam lapangan pendidikan.
c.       Prosedur evaluasi
      Prosedur dalam mengadakan evaluasi dapat dibagi beberapa step yaitu: menetapkan tujuan program, memilih alat yang layak, pelaksanaan pengukuran, memberikan skor, menganalisa dan mengintepretasikan skor, membuat catatan yang baik dan menggunakan hasil-hasil pengukuran.
d.      Ruang lingkup evaluasi
      Ruang lingkup evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran di sekolah meliputi evaluasi: hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap dan kepribadian.
2.      Perencanaan penilaian hasil belajar
a.       Perencanaan umum, yaitu suatu perencanaan yang menyangkut segenap rencana kegiatan evaluasi hasil belajar dalam suatu jenis pemdidikan tertentu.
b.      Perencanaan khusus, yaitu langkah-langkah perencanaan yang khusus dilakukan oleh setiap pengajar setia kali ia akan mengadakan evaluasi hasil belajar.
3.      Metode penilaian hasil belajar
  1. Metode test
Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh anak atau kelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi anak tersebut, yang dapat dibandinkan dengan nilai yang dapat dicapai oleh anak-anak lain atau dengan nilai standar yang ditetapkan.
  1. Metode observasi
Observasi adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung dan sistematis.
4.      Pemilihan atau penyusunan penilaian tes hasil belajar
  1. Menyusun lay-out
  2. Menulis soal
  3. Menata soal
  4. Menetapkan skor
  5. Reproduksi tes
  6. Analisa empiris terhadap suatu tes hasil belajar
5.      Langkah pengumpulan data hasil belajar
Langkah pengumpulan data hasil belajar belajar dapat dibedakan atas pelaksanaan tes dan pemberian skor.
6.      Verifikasai data
Langkah verifikasai adalah suatu langkah pemeriksaan terhadap data yang telah diperoleh dalam langkah pengumpilan data.
7.      Analisa tes hasil belajar
a.       Mengubah skor mentah menjadi skor standart.
b.      Penyusunan kategori kesalahan
c.       Membuat profil
8.      Penafsiran dan penggunaan hasil tes

a.       Penafsiran individual yaitu:
·         Penafsiran tentang tingkat kesiapan
·         Penafsiran tentang kelemahan-kelemahan
·         Penafsiran tentang pertumbuhan
b.      Ppnafsiran klasial, dibedakan menjadi:
·         Penafsiran tentang kelemahan-kelemahan kelas
·         Penafsiran tentang prestasi kelas
·         Penafsiran tentang perbandingan antar kelas
·         Penafsiran tentang susunan kelas
c.       Penggunaan hasil-hasil tes dengan:
·         Menentukan naik tidaknya atau lulus tidaknya seorang anak
·         Mengadakan diagnose dan remedial
·         Menentukan perlu tidaknya suatu pelajaran diulangi kembali atau tidak
·         Menentukan perlu tidaknya suatu kelas dibagi-bagi dalam kelompok berdasarkan prestasi masing-masing
·         Membangkitkan motivasi anak-anak
·         Memberikan laporan kepada orang tua atau wali
9.      Menilai kualitas tes
a.       Validitas suatu tes
Suatu alat pengukur dapat dikatakan alat pengukur yang valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat.
b.      Reliabitas suatu tes
Suatu tes dapat dikatakan tes yang reliabel apabila tes tersebut menunjukkan hasil-hasil yang mantap
c.       Tingkat kesukaran dan daya beda suatu tes
Suatu tes tidak boleh terlalu mudah, dan juga tidak boleh terlalu sukar.      
10.  Menilai intelegensi atau bakat sekolah
Definisi intelegensi seperti yang dikemukakan oleh William Stern mengatakan bahwa intelegensi adalah suatu kapasita syang bersifat umum (general capacity) daripada individu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi yang baru atau suatu problem yang dihadapi.
11.  Menilai bakat-bakat khusus
      Menurut Warren dalam bukunya yang berjudul “Dictionary of Psychology” mengatakan bahwa: “Bakat (aptitude) dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi atau disposisi-disposisi tertentu yang menggejala pada kecakapan seseorang untuk memperoleh dengan melalui latihan satu atau beberapa pengetahuan keahlian atau suatu respon seperti kecakapan untuk berbahasa, musik dan sebagainya.
12.  Menilai kesiapan belajar
Kesiapan belajar dapat diartikan sebagai sejumlah tingkat perkembangan yang harus dicapai oleh seseoang untuk dapat menerima suatu pelajaran baru
13.  Menilai minat
Jersild dan Tasch menekankan bahwa minat atau intrest menyangkut aktivitas-aktivitas yang dipilih secara bebas oleh individu
14.  Menilai penyesuaian sosial
      Salah satu problem yang dihadapi oleh petugas-petugas dalam masalah penyesuaian sosial ialah adanya bermacam-macam konsep dan definisi tentang apa yang dimaksud degan istilah penysuaian sosial
15.  Menilai sikap
Sikap dapat didefinisikan sebagai suatu predisposi atau kecenderungan untuk melakukan suatu respon dengan cara-cara tertentu terhadap duania sekitarnya, baik berupa individu-individu maupun obyek-obyek tertentu. (Bernhard, halaman 171).
16.  Menilai kepribadian
Menurut Allport, “Personality is the dynamic organization within the individual of those psycho-physical systems that determine his characteristic behavior and thought”. (Calvin. Hall, 1970, hal, 263). Yang artinya bahwa kepribadian menyangkut keseluruhan aspek daipada seseorang, baik fisik maupun psikis, baik yang dibawa sejak lahir maupun yang diperoleh dari pengalaman.
  
Komentar
Dilihat dari segi pembahasan yang diluapkan dalam buku ini, selalu menjerumus ke dalam hal-hal yang berbau pendidikan. Sehingga buku ini sangat baik untuk dimiliki terutama bagi para pendidik. Terlepas dari hal yang ada dalam buku ini juga termasuk banyak menceritakan tentang strategi dalam proses belajar mengajar agar tecapai tujuan pendidikan tersebut.


Analisis
Kelebihan
1.      Dalam buku ini terdapat banyak wisdom yang merupakan hal penting bagi setiap pendidik
2.      Dari segi unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat pada buku ini dapat menarik hati pembaca dan juga tidak bersifat monoton.
3.      Mempunyai komitmen yang erat dengan kehidupan sehari-hari yaitu dalam dunia pendidikan yang merupakan kebutuhan pokok bagi kita semua, sehingga mudah untuk memahami dan mengaplikasikannya.
4.      Dapat dijadikan pedoman dalam proses belajar mengajar agar tercipta proses belajar mengajar yang efektif.

Kelemahan
1.      Ada sedikit kata-kata atau kalimat yang difrekuentatifkan.
2.      Masih banyak kata-kata yang salah dalam pengetikan.

Peluang
1.      Masih banyak kesempatan bagi kita para pendidik ataupun calon pendidik untuk menjadikan proses belajar mengajar (teaching-larning) menjadi lebih efektif dari pada sebelumnya sehingga akan tercapai tujuan pendidikan tersebut.

Tantangan
1.      Seperti yang kita ketahui bahwa hidup adalah perjuangan dan penuh dengan tantangan ketika kita ingin menjadi seorang pengajar atau pendidik yang baik, profesioanal maka kita harus rela  berkorban dengan berusaha bersabar dalam mengajari anak didik kita yaitu dengan berusaha menjadi lebih baik, dan selalu antusias dalam mencari ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan pegangan dalam hidup terlebih di masa muda karena di kala muda kita belajar dan di masa tua kita akan mengerti. Dan di kala kita sudah memiliki pengetahuan berarti kita sudah memiliki kekuatan.


Identitas Buku :

Judul: Evaluasi Pendidikan, Penulis: Drs. Wayan Nurkancana dan  Drs. P.P.N.Sumartana, Penerbit: Usaha Nasional, Terbit: 1982, Tebal: 337 Halaman


Reviewer: MUHIBBATUL AULIYA’
NIM                : 2009.86.01.0049

No comments:

Post a Comment